mencari pahala dengan mensharing kebaikan.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Kategori

Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2016

Fakta Medis Al-Quran – Kesehatan dan Kedokteran


Fakta medis al-Quran ini merupakan salah satu bukti kedudukan al-Quran sebagai as-Syifa atau pemberi kesembuhan. Tidak hanya diartikan kesembuhan dalam arti religius yang kembali mengarahkan kepada jalan kebenaran saja, tetapi juga kesembuhan jasmani. Betapa tidak ayat-ayat al-Quran dapat dibuktikan kebenarannya dari sisi ilmu kedokteran dan kesehatan. Bahkan misteri lubang hitam-pun disebutkan al-Quran. Al-Quran memiliki banyak sekali keajaiban yang mengukuhkannya sebagai bukti wahyu dari Tuhan (Allah). Beberapa diantaranya adalah bukti kebenaran ilmiah al-Quran yang baru bisa dibuktikan teknologi modern telah disebutkan al-Quran lebih dulu. Adapun kali ini saya akan membahas beberapa fakta medis al-Quran:
Fakta Medis Al-Quran – Kesehatan dan Kedokteran
Rasa Sakit di Kulit, Cerebrum, Menstruasi, 3 Lapisan Janin
Ayat mengenai keeempat poin di atas telah saya bahas sebelumnya pada ayat biologi sampai teori big bang.
Fakta Medis Usus dalam Al-Quran
Al-Quran mengancam orang-orang kafir dengan air panas yang mendidih di perut mereka. Alasan yang mendasari ancaman ini baru-baru ini menjadi jelas. Diketahui bahwa usus tidak terpengaruh dengan panas. Tetapi jika dipotong, air panas di dalamnya keluar ke peritoneum yang diumpankan melalui saraf dinding, otot-otot dada dan perut. Saraf ini terpengaruh dengan sentuhan atau panas, sehingga setelah usus dipotong menyebabkan tingkat rasa sakit tertinggi.
Perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya? (QS Muhammad:15)
Manusia Diciptakan dari Elemen Tanah dan Air
Penelitian ilmiah menunjukan unsur tanah dan unsur-unsur mineral lainnya dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. Jaringan hidup tubuh mengandung karbon, hidrogen, oksigen, dan lain-lain. Perhatikan tabel berikut ini:
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya” (QS Shaad:71~72)
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah (QS al-Mu’minun:12)
Ayat Quran tentang Keunikan Sidik Jari
Sidik jari terbentuk dalam embrio pada bulan keempat, dan tetap serta berbeda sepanjang hidup manusia. Tidak mengherankan bahwa ujung jari adalah salah satu tanda-tanda Allah yang mengandung rahasia ciptaan-Nya, dan memastikan setiap entitas manusia tanpa keraguan sehingga menjadi kesaksian yang paling asli baik di dunia ini maupun akhirat.
Aku bersumpah demi hari kiamat, dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun kembali ujung jari jemarinya dengan sempurna (Al-Qiyamah:1~4)
Bukti Medis Quran Rendahnya Oksigen dalam Ketinggian
Ratusan tahun lalu penelitian medis mulai menemukan fakta bahwa semakin atmosfer tinggi maka tingkat oksigen semakin rendah dan menyebabkan disapnea dan kesulitan bernafas.
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS Al-An’am: 125)
Selain itu ayat di atas juga memiliki dua bukti ilmiah yaitu pertama; bahasa “mendaki langit” dahulu dianggap hanya sebatas imajinasi saja namun Quran membuktikan pernyataan itu seperti ramalan yang menjadi nyata di jaman modern ini. Kedua; kata “sesak lagi sempit seolah sedang mendaki langit” adalah fakta medis al-Qurantentang rendahnya oksigen pada ketinggian yang disebutkan Quran jauh lebih awal.
Manfaat Menyusui dengan ASI
Dalam referensi ilmiah yang sangat akurat, Quran menentukan periode laktasi dengan hampir dua tahun karena enzim dan membran selaput sistem pencernaan dan kinetika pencernaan dan penyerapan tidak mencapai fungsi lengkap kecuali pada tahun kedua setelah melahirkan. Selain itu banyak sekali manfaat menyusui seperti mencegah pendarahan setelah melahirkan, membantu uterine kembali normal dan lain-lain.
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS Luqman:14)
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf..(QS Al-Baqarah:233)
Manfaat dan Kegunaan Madu
Tidak diragukan lagi madu memiliki banyak sekali kegunaan dan manfaat yang berlimpah seperti mengurangi peradangan kornea jika digunakan secara reguler pada mata, antibiotik pada luka sayat dan luka bakar, sebagai antioxidant, sebagai obat pada flu hepatitis kronis dan lain sebagainnya.
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia” (QS An-Nahl 68)
Buah-buahan Sebelum atau Sesudah Makan?
Sebelum makan, seseorang baiknya mulai dengan makanan lunak dan mudah dicerna (seperti buah-buahan) untuk mempersiapkan kelenjar mulut mengeluarkan cairan peptikum (saliva amilase) atau kelenjar di perut dan duodenum untuk mulai berfungsi secara bertahap dalam mencerna makanan. Baru setelah beberapa menit kemudian dapat mulai makan hidangan utama. Dan ternyata hal ini sejalan dengan apa yang dinyatakan dalam Al-Quran.
buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.. (QS Al-Waqiah:20~21)
Wudhu dan Kesehatan
Wudhu tidak hanya membersihkan organ eksternal saja, tapi faktanya memiliki dampak psikologis dan spiritual jauh lebih luas maknanya dari sekedar kata-kata terutama ketika menyempurnakan wudhu. Proses membasuh organ jelas memiliki manfaat yang luas bagi kesehatan dalam menjaga vitalitas, kebersihan dan kesegaran.
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah… (QS Al-Maidah:6)
Manfaat Kesehatan Puasa Ramadhan
Tidak diragukan lagi Puasa khususnya pada bulan Ramadhan memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Misalnya saja memberi waktu istirahat pada sistem pencernaan tubuh, mengurangi berat badan, mengurangi tingkat kolesterol pada darah, mengistirahatkan sistem pada ginjal dan keuntungan psikologis dan pendidikan lainnya.
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS Al-Baqarah:183)
Al-Quran adalah Kesembuhan
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa al-Quran memberikan efek kesehatan dan ketenangan jiwa. Tapi apakah efek-efek tersebut hanya terbatas pada jiwa saja? Tidak, beberapa ulasan di atas adalah sebagai buktinya, itulah kenapa salah satu sebutan bagi al-Quran adalah as-Syifa atau sebagai penyembuh.
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian (QS Al-Isra:82)
Beberapa fakta medis al-Quran di atas hanyalah sedikit dari sekian banyak bukti keagungan al-Quran lainnya. Tidak hanya dari segi ajarannya saja, mendengarkannya saja sudah mendapat pahala (lihat Fakta Menarik Al-Quran dan Keajaibannya). Lebih dari itu, susunan dan kandungannyapun memiliki pengaruh yang luar biasa. Dua diantaranya adalah Autosugesti, yaitu olah ketenangan dan tanda baca atau tajwid sebagai olah pernafasan. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh Malik Badri dan Muhammad Salim membuktikan bahwa hanya dengan mendengarkan al-Quran, seorang muslim baik yang berbahasa Arab maupun tidak, mampu merasakan perubahan fisiologis seperti penurunan depresi dan kesedihan, bahkan mendapatkan ketenangan dan menolak berbagai macam penyakit. Subhanallah…
Referensi: Medical Miracles of the Holy Quran
Share:

Jumat, 02 Desember 2016

Jurusan Ilmu Keperawatan



Jurusan Ilmu Keperawatan – Ketika lulus SMA atau sederajat, biasanya selalu banyak anak yang berminat untuk menekuni pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Namun banyak yang bingung, “sebaiknya ambil jurusan apa nih?”. Gimana ga bingung, di bidang kesehatan sendiri ada cukup banyak program studi, beberapa diantaranya yang dikenal antara lain Pendidikan Dokter, Pendidikan Dokter Gigi, Farmasi, Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Hewan, termasuk pula Ilmu Gizi dll. Nah dalam artikel ini aku akan mencoba mengupas salah satu jurusan dalam bidang kesehatan tersebut dan yang sedang aku tekuni sekarang ini, yaitu Ilmu Keperawatan.
Sebelumnya perkenalkan, namaku Alex Susanto, mahasiswa baru Pendidikan Ners/Keperawatan (Ilmu Keperawatan) UNAIR 2015. Dalam artikel aku ini ingin membagi pengalamanku ketika masuk dan “baru” mengenyam pendidikan mengenai basic keperawatan. Sedikit cerita, awalnya aku diterima sebagai maba Unair melalui jalur SBMPTN. Dulu sih nggak kepikiran mau kuliah di jurusan keperawatan, tapi setelah mendapat ilmunya justru makin membuat penasaran untuk mempelajarinya.
Apa sih perawat itu dan bagaimana pendidikan untuk menjadi perawat?
Perawat adalah profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan masyarakat sehingga mereka dapat mencapai, mempertahankan, atau memulihkan kesehatan yang optimal dan kualitas hidup dari lahir sampai mati.
Pendidikan keperawatan di Indonesia di golongkan menjadi 4 kelompok besar yakni:
Pendidikan vokasi, ditempuh dalam waktu 3 tahun untuk diploma 3 dengan gelar ‘Ahli Madaya Keperawatan (Amd.Kep) dan diploma 4 tahun untuk vokasi khusus dengan gelar Sarjana Sians Terapan (S.ST)Pendidikan profesional, ditempuh dalam waktu 4 tahun untuk program Sarjana Keperawatan (S.Kep) dan tambahan 1 tahun untuk pendidikan profesi Ners (Ns)Pendidikan Master dan Spesialis, yakni Master Keperawatan (M.Kep) dan terdapat pesialis keperawatan anak, keperawatan jiwa, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedahPendidikan doktoral, ditempuh untuk melakukan riset tentang keperawatan
Nah buat kamu para siswa/i lulusan SMA/sederajat, kamu bisa melanjutkan pendidikan tinggi di Pendidikan Vokasi atau Pendidikan Profesional. Bedanya apa nih? Perawat vokasi lebih cenderung ke praktika (praktek langsung), sedangkan kalau profesi kita diajarkan secara menyeluruh baik teori dan praktek. Pendidikan vokasi perawat biasanya ditempuh di Politeknik Kesehatan atau Akademi (Diploma 3 atau Diploma 4). Sedangkan Pendidikan Sarjana atau Profesi biasanya ditempuh di Universitas, Institut atau Sekolah Tinggi. Buat yang belum tau bedanya Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik atau Akademi bisa baca disini.
Ilmu Keperawatan UNAIR termasuk jenis perawat profesi, dimana mahasiswa dituntut belajar selama 4 tahun untuk masa akademik, dan ditambah 1 tahun (2 semester) untuk pendidikan profesi. Pendidikan keperawatan sekarang sudah lebih maju dan terutama sudah memiliki legalitas yaitu UU no. 38 tahun 2014 tentang keperawatan.
Apa yang dipelajari di Jurusan Ilmu Keperawatan?
Banyak orang yang bilang kalau keperawatan itu nanggung, lebih baik jadi dokter. Pendapat tersebut SALAH, karena konsep pendidikan dan pelayanan antara dokter dan perawat itu berbeda. Di keperawatan, kita bisa belajar mengenai pemenuhan kebutuhan dasar manusia, termasuk bio psiko sosio spiritual dan kultural. Gak hanya sekedar sains, tapi kehidupan sosial juga kita pelajari. Bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan efektif, memberikan pelayanan kesehatan yang menunjang untuk kesembuhan, dan sebagainya. Meskipun begitu, beberapa materi kuliah yang dipelajari antara Pendidikan Dokter dan Ilmu Keperawatan ada yang sama juga.
Beberapa mata kuliah yang dipelajari di jurusan ini antara lain ilmu humaniora, biologi, biokimia, anatomi, fisiologi, fisika dan perilaku serta dasar-dasar keperawatan, dll.
Prospek Kerja lulusan Ilmu Keperawatan
Lulusan pendidikan profesi perawat atau yang juga disebut Ners (Ns) pada dasarnya bisa membuka praktik mandiri. Namun apabila kamu pengen berkerja di institusi kesehatan, beberapa pilihan yang bisa diambil diantaranya sebagai berikut:
Pelayanan kesehatan di dalam negeri : Rumah Sakit, Puskesmas, Dinas Kesehatan, Asuransi Kesehatan (Askes), Tenaga Kesehatan Bandara, Tenaga Kesehatan Pelabuhan, dll.Pelayanan keperawatan profesional di Luar Negeri.Pelayanan Keperawatan Mandiri (Home Care, dll)Perusahaan swasta yang memiliki fasilitas pelayanan kesehatan.Pendidikan : Institusi Pendidikan Keperawatan (Dosen)Perusahaan swasta yang memiliki fasilitas pelayanan kesehatan.Perwira karir pada lingkungan TNI/POLRI
Perguruan Tinggi yang menyediakan jurusan S1 Ilmu Keperawatan / Keperawatan
Di Indonesia, ada cukup banyak perguruan tinggi yang menyediakan jurusan S1 Ilmu Keperawatan / Keperawatan. Beberapa PTN maupun PTS yang menyediakan jurusan tersebut antara lain:
Universitas Padjadjaran (Unpad), Akreditasi AUniversitas Gadjah Mada (UGM), Akreditasi AUniversitas Indonesia (UI), Akreditasi AUniversitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Akreditasi AUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Akreditasi AUniversitas Riau (Unri), Akreditasi AUniversitas Airlangga (Unair), Akreditasi BUniversitas Andalas (Unand), Akreditasi BUniversitas Diponegoro (Undip), Akreditasi BUniversitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akreditasi BUniversitas Muhammadiyah Surabaya (UMS), Akreditasi BUniversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Akreditasi BUniversitas Syiah Kuala (Unsyiah), Akreditasi BUniversitas Brawijaya (UB), Akreditasi BUniversitas Hasanuddin (Unhas), Akreditasi BUniversitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta), Akreditasi BUniversitas Jember (Unej), Akreditasi BUniversitas Sumatera Utara (USU), Akreditasi Bdll.
Pesan buat adik-adik maba 2016, jangan bingung dan ragu untuk memilih jurusan ya. Semua prodi itu baik kok, tergantung minat kalian dibidang apa. Pokoknya turuti kata hati kalian, jangan ikut-ikutan temen ^^ Ners jangan dipandang sebelah mata, karena dengan mempelajari ilmu keperawatan kita tidak hanya bisa mengobati, tapi juga bisa mencegah dari resiko penyakit yang akan menyerang tubuh kita.
Demikian review singkat mengenai Jurusan Ilmu Keperawatan, semoga bermanfaat. Apabila ada komentar atau pertanyaan mengenai jurusan ini, bisa kamu tulis di kolom komentar ya.

Referensi:

Sekian artikel yang diambil dari halokampus.com mudah-mudahan bermanfaat "See you next time"
Share:

Artikel Anestesi



ANESTESI

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
William Morton , tahun 1846 di Boston , pertama kali menggunakan obat anestesi dietil eter untuk menghilangkan nyeri selama operasi. Di jerman tahun 1909, Ludwig Burkhardt, melakukan pembiusan dengan menggunakan kloroform dan ether melalui intravena, tujuh tahun kemudian, Elisabeth Brendenfeld dari Swiss melaporkan penggunaan morfin dan skopolamin secara intravena.
Sejak diperkenalkan di klinis pada tahun 1934, Thiopental menjadi “Gold Standard” dari obat – obat anestesi lainnya, berbagai jenis obat-obat hipnotik tersedia dalam bentuk intavena, namun obat anestesi intravena yang ideal belum bisa ditemukan. Penemuan obat – obat ini masih terus berlangsung sampai sekarang.
B.     Tujuan Penulisan
1.      Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah farmakologi
2.      Mampu memahami pengertian obat anastesi
3.      Mampu menguraikan tipe obat anastesi
4.      Mampu mengidentifikasi dosis pemberian obat anastesi
5.      Mampu mengidentifikasi efek samping dari penggunaan obat anastesi
C.    Manfaat Penulisan
1.      Dapat menjelaskan pengertian obat anestesi
2.      Sebagai referensi bahan bacaan materi obat anestesi
3.      Dapat menambah pengetahuan tentang obat anestesi


BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Anestesi
Anestesi (pembiusan; berasal dari bahasa Yunani an-"tidak, tanpa" dan aesthÄ“tos,"persepsi, kemampuan untuk merasa"), secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Istilah anestesi digunakan pertama kali oleh Oliver Wendel Holmes Srpada tahun 1846.
Obat untuk menghilangkan nyeri terbagi ke dalam 2 kelompok, yaitu analgetik dananestesi. Analgetik adalah obat pereda nyeri tanpa disertai hilangnya perasaan secara total. seseorang yang mengonsumsi analgetik tetap berada dalam keadaan sadar. Analgetik tidak selalu menghilangkan seluruh rasa nyeri, tetapi selalu meringankan rasa nyeri.
Beberapa jenis anestesi menyebabkan hilangnya kesadaran, sedangkan jenis yang lainnya hanya menghilangkan nyeri dari bagian tubuh tertentu dan pemakainya tetap sadar.
B.     Anestesiologis
  Anestesi dilakukan oleh dokter spesialis anestesi atau anestesiologis. Dokter spesialis anestesiologi selama pembedahan berperan memantau tanda-tanda vital pasien karena sewaktu-waktu dapat terjadi perubahan yang memerlukan penanganan secepatnya.
Lima rangkaian kegiatan yang merupakan kegiatan sehari-hari dokter anestesi adalah:
1)      Mempertahankan jalan napas
2)      Memberi napas bantu
3)      Membantu kompresi jantung bila berhenti
4)      Membantu peredaran darah
5)      Mempertahankan kerja otak pasien
C.    Tipe Anestesi
Beberapa tipe anestesi adalah sebagai berikut :
1.       Anastetika umum
Anastesi umum adalah obat yang dapat menimbulkan anastesia atau narkosa (yunani = tanpa, aesthesis = perasaan), yakni suatu keadaan depresi umum dari pelpagai pusat di SSP yang bersifat reversible, dimana seluruh perasaan dan kesadaran ditiadakan, sehingga agak mirip keadaan pingsan.
1)      Penggolongan Anestesi Umum
Berdasarkan cara penggunaanya, anastesi umum dapat dibagi dalam lima kelompok, disini hanya dibicarakan dua yang terpenting, yakni :
a.       Anastetika Inhalasi : gas tertawa, halotan, enfluran, isofluran, scuofluran. Obat-obat ini diberikan sebagai uap melalui saluran nafas. Keuntungannya adalah resepsi yang cepat melalui paru – paru seperti juga ekskresinya melalui gelembung paru (alveoli) yang biasanya dalam keadaan utuh. Obat ini terutama digunakan untuk memelihara anastesi.
b.      Anastetika Intravena : thiopental, diazepam dan midazolam, ketamin, dan propofol. Obat – obat ini juga dapat diberikan dalam sediaan suppositoria secara rectal, tetapi resorpsinya kurang teratur. Terutama digunakan untuk mendahului (induksi) anastesi total, atau memeliharanya, juga sebagai anastesi pada pembedahan singkat
2)      Mekanisme Kerja
Sebagai anastesi inhalasi digunakan gas dan cairan terbang yang masing – masing sangat berbeda dalam kecepatan induksi, aktivitas, sifat melemaskan otot maupun menghilangkan rasa sakit. Untuk mendapatkan reaksi yang secepat – cepatnya, obat ini pada permulaan harus diberikan dalam dosis tinggi, yang kemudia diturunkan sampai hanya sekadar memelihara keseimbangan antara pemberian dan pengeluaran (ekshalasi). Keuntungan anastetika-inhalasi dibandingkan dengan anastesi-intravena adalah kemungkinan untuk dapat lebih cepat mengubah kedalaman anastesi dengan mengurangi konsentrasi dari gas/uap yang diinhalasi. Kebanyakan anastesi umum tidak di metabolisasikan oleh tubuh, karena tidak bereaksi secara kimiawi dengan zat-zat faali. Mekanisme kerjanya berdasarkan perkiraan bahwa anastetika umum di bawah pengaruh protein SSP dapat membentuk hidrat dengan air yang bersifat stabil. Hidrat gas ini mungkin dapat merintangi transmisi rangsangan di sinaps dan dengan demikian mengakibatkan anastesia.
3)      Efek Samping
Hampir semua anastetika inhalasi mengakibatkan sejumlah efek samping dan yang terpenting adalah :
a.       Menekan pernapasan, yang ada pada anastesi dalam terutama ditimbulkan oleh halotan, enfluran dan isofluran. Efek ini paling ringan pada N2O dan eter.
b.      Sistem kardiovaskuler, terutama oleh halotan, enfluran dan isofluran. Efek ini juga ditimbulkan oleh eter, tetapi karena eter juga merangsang SS simpatis, maka efek keseluruhannya menjadi ringan.
c.       Merusak hati dan ginjal, terutama senyawa klor, misalnya kloroform.
d.      Oliguri (reversibel) karena berkurangnya pengaliran darah di ginjal, sehingga pasien perlu dihidratasi secukupnya.
e.       Menekan sistem regulasi suhu, sehingga timbul perasaan kedinginan (menggigil) pasca-bedah.
4)      Teknik Pemberian Obat Inhalasi
Di antara banyak cara pemberian anstetika inhalasi, ada beberapa cara yang paling sering digunakan, yakni :
a.       Sistem Terbuka : Cairan terbang (eter, kloroform, trikloretilen) diteteskan tetes demi tetes ke atas sehelai kain kasa di bawah suatu kap dari kawat yang menutupi mulut dan hidung pasien.
b.      Sistem Tertutup : Suatu mesin khusus menyalurkan campuran gas dengan oksigen ke dalam suatu kap, di mana sejumlah CO2 dari ekshalasi dimasukkan kembali.
c.       Insuflasi : Gas atau uap ditiupkan ke dalam mulut atau tenggorok dengan perantaraan suatu mesin. Cara ini berguna pada pembedahan yang tidak menggunakan kap, misalnya pada pembedahan pengeluaran amandel (tonsil lectomia).
5)      Zat-zat Tersendiri
a.       Eter (F.I) : diethylether, Ether ad narcosin
b.      Trikloretilen : trilene, Cl2C = CCl
c.       Nitrogenoksida : gas tertawa
d.      Halotan : Fluothane
e.       Enfluran : Enthrane, Alyrane
f.       Propofol : diprivan
g.      Ketamin : Ketalar
h.      Tiopental (F.I) = thiopentone, penthiobarbital, pentothal
i.        Midazolam : dormicum
j.        Droperidol : thalamonal
2.      Anastesi local
Anastesi lokal atau zat penghilang rasa setempat adalah obat yang pada penggunaan local merintangi secara reversible penerusan impuls saraf ke SSP dan dengan demikian menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri, gatal – gatal, rasa panas atau dingin. Banyak persenyawaan lain juga memiliki daya kerja demikian, tetapi efeknya tidak reversible dan menyebabkan kerusakan permanen terhadap sel-sel saraf.
Anastesi local pertama adalah kokain, yaitu suatu alkaloid yang diperoleh dari daun suatu tumbuhan alang-alang di pegunungan Andes (Peru).
1)      Persyaratan
Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk suatu jenis obat yang digunakan sebagai anastetikum local, antara lain :
a.       Tidak merangsang jaringan
b.      Tidak mengakibatkan kerusakan permanen terhadap susunan saraf
c.       Toksisitas sistemis yang rendah
d.      Efektif dengan jalan injeksi atau penggunaan setempat pada selaput lender
e.       Mulai kerjanya sesingkat mungkin, tetapi bertahan cukup lama
f.       Dapat larut dalam air dan menghasilkan larutan yang stabil, juga terdapat sterilisasi
2)      Penggolongan Anestesi Lokal
Struktur dasar anstetika local pada umumnya terdiri dari tiga bagian, yakni suatu gugus-amino hidrofil (sekunder atau tersier) yang dihubungkan oleh suatu ikatan ester (alcohol) atau amida dengan suatu gugus-aromatis lipofil. Semakin panjang gugus alkoholnya, semakin besar daya kerja anastetiknya, tetapi toksisitasnya juga meningkat.
Anastetika local dapat digolongkan secara kimiawi dalam beberapa kelompok sebagai berikut :
a.       Senyawa-ester : kokain dan ester-PABA (benzokain, prokain, oksibuprokain, tetrakain)
b.      Senyawa-amida : lidokain dan prilokain, mepivakain, bupivakain, dan cinchokain
c.       Lainnya : fenol, benzialkohol dan etilklorida. Semua obat tersebut di atas adalah sintetris kecuali kokain yang alamiah.
3)      Mekanisme Kerja
Anatetika local mengakibatkan kehilangan rasa dengan jalan beberapa cara. Misalnya dengan jalan menghindarkan untuk sementara pembentukan dan transmisi impuls melalui sel saraf ujungnya. Pusat mekanisme kerjanya terletak di membrane sel. Seperti juga alcohol dan barbital, anastetika local menghambat penerusan impuls dengan jalan menurunkan permeabilitas membrane sel saraf untuk ion-natrium, yang perlu bagi fungsi saraf yang layak. Hal ini disebabkan adanya persaingan dengan ion-kalsium yang berada berdekatan dengan saluran-saluran natrium di membrane neuron. Pada waktu bersamaan, akibat turunnya laju depolarisasi, ambang kepekaan terhadap rangsangan listrik lambat laun meningkat, sehingga akhirnya terjadi kehilangan rasa setempat secara reversible.
4)      Efek-efek Lain
Selain khasiat anatetikanya anastetika local masih memiliki sejumlah efek lain, antaralain mengganggu fungsi semua organ dimana terjadi konduksi/transmisi dari beberapa impuls.
a. Menekan SSP
b. Menekan sistem kardiovaskuler
c. Vasodilatasi
5)      Kinetik
Resorpsinya dari kulit dan selaput lender dapat berlangsung sangat cepat dan baik, misalnya pada kokain, lidokain, prilokain dan tetrakain. Distribusinya pun berlangsung dengan pesat ke semua organ dan jaringan. Sebaliknya, resorpsi prokain di kulit buruk, sehingga tidak berguna dalam sediaan local. Kecepatan daya kerja dan lamanya ditentukan oleh lipofilitas, pKa, derajat pengikatan pada protein dan derajat vasodilatasinya.
6)      Farmakokinetik
Struktur obat anestetika lokal mempunyai efek langsung pada efek terapeutiknya. Semuanya mempunyai gugus hidrofobik (gugus aromatik) yang berhubungan melalui rantai alkil ke gugus yang relatif hidrofilik (amina tertier). Kecepatan onset anestetika lokal ditentukan oleh:
a.       kadar obat dan potensinya
b.       jumlah pengikatan obat oleh protein dan pengikatan obat ke jaringan
c.       kecepatan metabolism
d.      perfusi jaringan tempat penyuntikan obat.
Pemberian vasokonstriktor (epinefrin) + anestetika lokal dapat menurunkan aliran darah lokal dan mengurangi absorpsi sistemik. Vasokonstriktor tidak boleh digunakan pada daerah dengan sirkulasi kolateral yang sedikit dan pada jari tangan atau kaki dan penis. Golongan ester (prokain, tetrakain) dihidrolisis cepat menjadi produk yang tidak aktif oleh kolinesterase plasma dan esterase hati. Bupivakain terikat secara ekstensif pada protein plasma.
7)      Farmakodinamik
Onset, intensitas, dan durasi blokade saraf ditentukan oleh ukuran dan lokasi anatomis saraf. Saluran Na+ penting pada sel otot yang bisa dieksitasi seperti jantung. Efeknya terhadap saluran Na+ jantung adalah dasar terapi anestetika lokal dalam terapi aritmia tertentu (biasanya yang dipakai lidokain). Anestetika lokal umumnya kurang efektif pada jaringan yang terinfeksi dibanding jaringan normal, karena biasanya infeksi mengakibatkan asidosis metabolik lokal, dan menurunkan pH.
8)      Nama-nama Obat
a.       Prokain
b.      Lidokain
c.       Dibukain
d.      Mepivakain HCl
e.       Piperakain HCl
f.       Tetrakain
g.      Prilokain HCL
h.      Bupivakain
9)      Efek samping
Efek sampingnya adalah akibat dari efek depresi terhadap SSP dan efek kardio-depresifnya (menekan fungsi jantung) dengan gejala penghambatan pernapasan dan sirkulasi darah. Anastetika local dapat pula mengakibatkan reaksi hipersensitasi yang sering kali berupa exantema, urticaria, dan bronchopasme alergis sampai ada kalanya shock anafilaktis yang dapat mematikan. Yang terkenal dalam hal ini adalah zat-zat kelompok ester prokain dan tetrakain, yang karena itu tidak digunakan lagi dalam sediaan local. Rekasi hipersensitasi tersebut diakibatkan oleh PABA (para-amino-benzoic acid) yang terbentuk melalui hidrolisa. PABA ini dapat meniadakan efek antibakteril dari sulfonamide, yang berdasarkan antagonisme persaingan dengan PABA, oleh karena itu terapi dengan sulfa tidak boleh dikombinasi dengan penggunaan ester-ester tersebut.
10)  Penggunaan
a.       Parenteral
Anastetika local seering kali digunakan pada pembedahan untuk mana anastesia umum tidak perlu atau tidak diinginkan. Jenis anatesia local yang paling banyak digunakan sebagai suntikan adalah sbb :
·         Anastesia Infiltrasi
·         Anastesia Konduksi
·         Anastesia Spinal (intrathecal)
·         Anastesia epidural
·         Anatesia Permukaan
b.      Oral
Anastetika local digunakan sebagai larutan untuk nyeri di mulut atau tablet isap (sakit tenggorok) juga dalam bentuk tetes-mata untuk mengukur tekanan intraokuler atau mengeluarkan benda asing, begitu pula sebagai salep untuk gatal-gatal atau nyeri luka bakar dan dalam pil-taruh anti-wasir. Senyawa ester sering menimbulkan reaksi alergi kulit, maka sebaiknya dugunakan suatu senyawa-amida yang lebih jarang mengakibatkan hipersensitasi.
3.      Anestesi regional
Pembiusan regional adalah hilangnya rasa pada bagian yang lebih luas dari tubuh oleh blokade selektif pada jaringan spinal atau saraf yang berhubungan dengannya. Pembiusan lokal atau anestesi lokal adalah salah satu jenis anestesi yang hanya melumpuhkan sebagian tubuh manusia dan tanpa menyebabkan manusia kehilangan kesadaran. Obat bius jenis ini bila digunakan dalam operasi pembedahan, maka setelah selesai operasi tidak membuat lama waktu penyembuhan operasi.
Anestesi jenis ini biasanya dimanfaatkan untuk kasus bedah yang pasiennya perlu dalam kondisi sadar untuk meminimalisasi efek samping operasi yang lebih besar, bila pasien tak sadar. Misalnya, pada persalinan Caesar, operasi usus buntu, operasi pada lengan dan tungkai.
Caranya dengan menginjeksikan obat-obatan bius pada bagian utama pengantar register rasa nyeri ke otak yaitu saraf utama yang ada di dalam tulang belakang. Sehingga, obat anestesi mampu menghentikan impuls saraf di area itu.


BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan
Anestesi adalah suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Istilah anestesi digunakan pertama kali oleh Oliver Wendel Holmes Sr pada tahun 1846. Anestesi dilakukan oleh seorang dokter spesialis anestesi atau anestesiologis.
B.     Saran
Sebaiknya dalam penggunaan obat anesetesi harus memperhatikan dosis dan keadaan si pasien, sehingga dapat mengurangi resiko efek samping yang ditimbulkan oleh obat tersebut.

Sekian artikel yang diambil dari http://sean-artikelkeperawatan.blogspot.co.id/2011/12/anestesi.html?m=1 mudah-mudahan bermanfaat. "See you next time"
Share:

Senin, 28 November 2016

Anatomi Fisiologi Dasar Sistem Organ Tubuh Manusia


Anatomi : ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan
tubuh manusia
Fisiologi : ilmu yang mempelajari fungsi tiap bagian
tubuh manusia

Sistem Organ:
Kulit dan integumen
 Tulang dan otot
 Saraf
 Jantung dan pembuluh darah
 Pernafasan
 Pencernaan
 Ginjal dan saluran kemih
 Sistim hormon
 Sistim reproduksi
 Sistim saluran limfe.

Sikap Anatomik
Bidang tubuh untuk menentukan lokasi 

Istilah untuk menentukan letak anatomi

Istilah lain letak anatomi:
Dekstra : kanan
Sinistra : kiri
Sentral : pusat
Perifer : tepi
Profunda : dalam
Superfisial : dangkal
Asendens : bagian yg naik
Desendens : bagian yg turun
Kranial : bagian kepala
Kaudal : bagian ekor
Ventral : bagian depan
Dorsal : bagian belakang
Parietal : selaput luar
Viseral : selaput dalam
Transversal : melintang
Longitudinal: membujur

Tingkat organisasi struktural:
Atom
Molekul
Organel
Sel
Jaringan
Organ
Sistim Organ
Organisme

Fungsi Sistem Organ:


Kulit dan Integumen
 Kulit
 Kelenjar keringat
 Kelenjar minyak
 Rambut
 Kuku
 Gigi

Fungsi sistem integumen
 melindungi jaringan di bawahnya
 pengaturan suhu tubuh
 pembuangan zat-zat sisa
 menerima rangsang seperti raba, tekan, suhu, sakit
 mencegah kehilangan cairan
Gangguan integumenter yang harus dihindari pada tindakan flebotomi:
 jerawat
 pruritus
 luka bakar
 kanker kulit
 infeksi jamur
 pedikulosis (kutu)
 herpes
 keloid
 psoriasis

Sistem Rangka
 tulang keras
◦ tulang panjang
◦ tulang pendek
◦ tulang pipih
 tulang rawan
 tendon
 ligamentum
 sendi

Fungsi Sistem Rangka:
 penyangga tubuh
 melindungi organ dalam
 membantu pergerakan
 produksi sel-sel darah
 sebagai cadangan mineral

Otot
 otot lurik  otot rangka
 otot polos  organ yang berfungsi secara
otomatik: saluran cerna, saluran kemih, saluran nafas, dan pembuluh darah
 otot jantung  jantung

Fungsi Sistem Otot
 Pergerakan:
◦ Terkendali
◦ Otomatik
 Menghasilkan panas
 Mempertahankan postur tubuh

Sistem Saraf
 saraf pusat
◦ otak besar
◦ otak kecil
◦ sumsum tulang belakang
 sistim saraf tepi

Fungsi Sistem Saraf
 komunikasi dan regulasi fungsi menyeluruh tubuh
 menerima rangsang dan indera
 mengatur pergerakan dan fungsi fisiologis
 proses kontrol intelektual

Sistem Pernafasan
 Rongga hidung
 Farings
 Larings
 Trakhea atau tenggorok
 Bronkus
 Paru
◦ bronkiolus
◦ alveolus

Fungsi Sistem Pernafasan
 mendapatkan oksigen dari udara
 membuang hasil metabolisme berupa karbondioksida
 mempertahankan pH dalam darah
 menghasilkan suara

Sistem Percernaan
 Mulut,
 Kelenjar liur
 Kerongkongan atau esophagus
 Lambung
 Usus halus
 Usus besar
 Hati
 Kantung empedu
 Pankreas

Fungsi Sistem Pencernaan
 Menguraikan makanan
◦ secara mekanik
◦ dengan bantuan enzim
 Menyerap nutrisi
 Membuang hasil metabolisme dan sisa makanan

Sistem Saluran Kemih
 Ginjal
 Ureter
 Kandung kemih atau buli-buli
 Uretra

Fungsi Sistem Saluran Kemih
Membentuk urin untuk membuang sisa hasil metabolisme dan zat racun

Sistem Reproduksi
Sistem Reproduksi pada Wanita:
 indung telur atau ovarium,
 tuba Falopii
 rahim atau uterus
 vagina
 genitalia eksternal
◦ labia minor,
◦ labia mayor

Sistem Reproduksi pada pria:
 testis (menghasilkan spermatozoa)
 kelenjar prostat
 kelenjar seminalis
 genitalia eksternal
◦ penis
 glans penis
 prepusium,
 badan penis

Fungsi sistem reproduksi
Perkembangbiakan

Sistem Endokrin
 Kelenjar endokrin adalah kelenjar yang menghasilkan hormon
 Hormon-hormon yang dihasilkan akan mengatur fungsi organ atau mengatur
metabolism tubuh manusia
 Hipotalamus
 Hipofisis
 Tiroid
 Paratiroid
 Timus
 Kelenjar adrenal
 Indung telur atau testis
 Pankreas

Sistem Limfatik
 Saluran limfe
 Kelejar limfe atau kelenjar getah bening
 Limpa
 Tonsil
 Timus
 Sumsum tulang

Fungsi Sistem Limfatik
 pertahanan tubuh melalui produksi sel darah putih
 menjaga keseimbangan cairan jaringan
 distribusi dan transportasi zat tertentu

Sekian artikel yang di ambil dari www.pintarbiologi.com mudah-mudahan bermanfaat. "See you next time"
Share:

Minggu, 20 November 2016

Contoh Makalah Penyakit Sistem Integumen




Makalah Penyakit Sistem Integumen


















SMK GRAHA MEDIKA INDONESIA


Di Susun Oleh :
·         Cici Sri Indang Kartini
·         Dea Siti Mariam
·         Dede Ruhyana
·         Dinda Fajar Irani
·         Ivan Kurniawan
·         Ryan NoorFauzan Pratama
















PATOLOGI SISTEM INTEGUMEN


BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar belakang
Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan dan melindungi terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa Latin "integumentum", yang berarti "penutup".
      Secara ilmiah kulit adalah lapisan terluar yang terdapat diluar jaringan yang terdapat pada bagian luar yang menutupi dan melindungi permukaan tubuh, kulit merupakan organ yang paling luas permukaan yang membungkus seluruh bagian luar tubuh sehingga kulit sebagai pelindung tubuh terhadap bahaya bahan kimia.
Radang kulit merupakan reaksi alergi berupa ruam dan juga gatal pada kulit. Namun jangan takut karena penyakit ini tidak menular, tetapi biasanya diturunkan melalui keluarga. Sifat dari penyakit ini berulang sehingga lebih sulit untuk disembuhkan secara total. Jika radang kulit ini terjadi pada anak-anak, biasanya setelah dewasa akan sembuh dengan total.
Penyakit kulit adalah penyakit infeksi yang paling umum, terjadi pada orang-orang dari segala usia. Sebagian besar pengobatan infeksi kulit membutuhkan waktulama untuk menunjukkan efek. Masalahnya menjadi lebih mencemaskan jika penyakit tidak merespon terhadap pengobatan. Tidak banyak statistik yangmembuktikan bahwa frekuensi yang tepat dari penyakit kulit,namun kesan umumsekitar 10-20 persen pasien mencari nasehat medis jika menderita penyakit padakulit. Matahari adalah salah satu sumber yang paling menonjol darikanker kulit dantrauma terkait.


1.2  Tujuan penulisan
a.       Tujuan umum
Agar mahasiswa dapat mampu memahami patogenesis dan patofisiologi struktur dan fungsi sistem integumen.
b.      Tujuan khusus
Agar mahasiswa mengetahui dan memahami:
·         Peradangan pada kulit
·         Infeksi pada kulit
·         Alergi pada kulit


PEMBAHASAN

SISTEM INTEGUMEN

A.    Pengertian
Kata integumen ini berasal dari bahasa Latin "integumentum" yang berarti "penutup". Sistem integumen atau biasa disebut kulit adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan manusia terhadap lingkungan sekitarnya dan merupakan organ yang paling luas, dimana orang dewasa luasnya mencapai lebih dari 19.000 cm.
Sistem integumen meliputi kulit dan derivatnya. Kulit yang sebenarnya adalah lapisan penutup yang umumnya terdiri atas dua lapisan utama yang letaknya disebelah luar jaringan ikat, kendur. Sedangkan derivat integumen meliputi struktur-struktur tertentu yang secara ontogeni berasal dari salah satu dari kedua lapisan utama pada kulit yang sesungguhnya yaitu epidermis dan dermis. Stuktur-struktur tersebut mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir).


B.     Fungsi Integumen
1.      Perlindungan
Kulit yang menutupi sebagian besar tubuh memiliki ketebalan sekitar 1 atau 2 mm saja, padahal kulit memberikan perlindungan yang sangat efektif terhadap invasi bakteri dan benda asing lainnya.

2.      Sensibilitas
Ujung- ujung reseptor serabut saraf pada kulit memungkinkan tubuh untuk memantau secara terus menerus ke adaan lingkungan disekitarnya. Fungsi utama reseptor pada kulit adalah untuk mengindra suhu, rasa nyeri, sentuhan yang ringan dan tekanan (sntuhan yng berat). Berbagai ujung saraf bertanggung jawab untuk bereaksi terhadap setiap stimuli yang berbeda. Meskipun terbesar diseluruh tubuh, ujung-ujung saraf lebih terkonsentrasi pada sebagian daerah dibandingkan bagian lainnya. Sebagai contoh, ujung-ujung jari tangan jauh lebih terinervasi ketimbang kulit pada bagian punggung tangan.

3.      Keseimbangan Air
Stratum korneum (lapisan tanduk) memiliki kemampuan untuk menyerap air dan dengan demikian akan mencegah kehilangan air serta elektrolit yang berlebihan dari bagian internal tubuh dan pembertahankan kelembaban dalam jaringan subkutan.

4.      Pengaturan Suhu
Tubuh secara terus menerus akan menghasilkan panas sebagai hasil metabolisme makanan yang memproduksi energi. Panas ini akan hilang terutama lewat kulit. Tiga proses fisik yang penting terlibat dalam kehilangan panas dari tubuh ke lingkungan. Proses pertama, yaitu radiasi, merupakan pemindahan panas ke benda lain yang suhunya lebih rendah dan berada pada suatu jarak tertentu. Proses kedua, yang dinamakan konduksi, merupakan pemindahan panas dari tubuh ke benda lain yang lebih dingin  yang bersentuhan dengan tubuh. Panas yang dipindahkan lewat konduksi ke udara yang melingkupi tubuh akan dihilangkan melalui proses ketiga, yaitu konveksi, yang terdiri atas pergerakan massa molekul udara hangat yang meninggalkan tubuh.

5.      Produksi Vitamin
Kulit yang terpajan sinar ultraviolet dapat merubah subtansi yang diperlukan untuk mensintesis vitamin D (kolekalsiferol). Vitamin D merupakan unsur esensial untuk mencegah penyakit riketsia, suatu keadaan yang terjadi akibat defisiensi vitamin D, kalsium serta fosfor dan yang menyebabkan deformitas tulang.

C.    Komponen Integumen
Secara rinci, integumen dapat dibedakan atas:

1.      Kulit
Kulit adalah bagian terluar tubuh. Beratnya ± 4,5 kg menutupi area seluas 18kaki persegi dengan BB 75 kg. Dilihat dari strukturnya, kulit terdiri dari dua lapis, paling luar disebut Epidermis tersusun atas epithelium, skuamosa bergaris, dan lapisan di bawahnya disebut dermis tersusun dari jaringan ikat tidak beraturan. Kedua lapisan tersebut berlekatan dengan erat. Tepat di bawah dermis terdapat lapisan hypodermis atau fasia superficial yang terutama tersusun dari jaringan adiposa yang bukan bagian dari kulit. Lapisan ini banyak mengandung lemak.
Lemak berfungsi sebagai cadangan makanan, pelindung tubuh terhadap benturan, dan menahan panas tubuh, mengikat kulit secara longgar dengan organ yang terdapat di bawahnya. Lapisan ini mengandung jumlah sel lemak yang beragam.

a.       Epidermis
Epidermis merupakan permukaan kulit paling luar dengan tebal ± 0,07– 0,12mm. Epidermis tersusun dari lapisan epitelium bergaris, mengandung sel-sel pigmenyang memberi warna pada kulit dan berfungsi melindungi kulit dari kerusakan oleh sinar matahari. Epidermis terdiri dari beberapa lapis sel. Lapis paling luar disebut stratum korneum, yang disebut juga lapisan bertanduk, karena lapisan ini tersusun dari sel-sel pipih berkeratin yang merupakan sel-sel mati. Keratin adalah suatu protein yang bersifat tahan air, jadi lapisan ini merupakan “mantel” tubuh alami yang melindungi jaringan-jaringan yang lebih dalam dari kehilangan air. Lapisan ini secara terus menerus mengalami gesekan dan mengelupas, namun secara terus menerus pula selalu diganti oleh sel-sel yang lebih dalam. Persis di bawah stratum korneum adalah stratum lusidium, yang nampak lebih terang disebabkan akumulasi dari molekul keratin. Di bawah stratum lusidium adalah stratum granulosum, merupakan daerah dimana sel-sel mulai mati karena terakumulasinya molekul bakal keratin yang memisahkan sel-sel ini dari daerah dermal. Lapisan epidermis yang berbatasan langsung dengan dermis adalah stratum germinativum, yang tersusun dari stratum spinosum dan stratum basal. Stratum germinativum tersusun dari sel-sel epidermal yang menerima nutrisi cukup daridermis. Sel-sel tersebut mengalami pembelahan dan menghasilkan berjuta-juta sel baru setiap hari. Sel-sel yang lebih tua akan terdesak keluar menjauhi sumber nutrisi, sehingga lambat laun akan mati dan mengalami keratinisasi. Sel utama kedua epidermis (setelah keratinosit) adalah melanosit, ditemukandalam lapisan basal. Perbandingan sel-sel basal terhadap melanosit adalah 10 : 1. Didalam melanosit disintesis granula-granula pigmen yang disebut melanosom. Melanosom mengandung biokroma coklat yang disebut melanin. Melanosom dihidrolisis oleh enzim dengan kecepatan yang berbeda-beda. Jumlah melanin dalam keratinosit menentukan warna dari kulit.
 Melanin melindungi kulit dari pengaruh-pengaruh matahari yang merugikan. Sebaliknya, sinar matahari meningkatkan pembentukan melanosom dan melanin. Orang Afrika-Amerika maupun keturunan Kaukasia mempunyai jumlah melanosit yang sama. Orang Afrika-Amerika mempunyai melanosom-melanosom besar yang tahan terhadap destruksi oleh enzim-enzim hidrolisis, sedangkan keturunan Kaukasia mempunyai melanosom yang kecil dan lebih mudah dihancurkan. Selain produksi melanin, warna kulit juga dipengaruhi oleh oksigenasi darah,darah dermal memasok warna merah melalui sel-sel lapisan lebih atas yang agak transparan, sehingga kulit berwarna merah. Bila darah dermal kekurangan oksigenatau tidak bersirkulasi dengan baik, kulit akan menjadi kebiruan atau disebut sianotik.

b.      Dermis
Dermis tersusun atas jaringan ikat, terdiri dari dua daerah utama, yaitu daerahpapilar dan daerah retikular. Seperti pada epidermis, ketebalannya tidak merata, misalnya dermis pada telapak tangan dan telapak kaki lebih tebal daripada di bagian kulit yang lain.
1)      Lapisan papilar merupakan lapisan dermal paling atas, sangat tidak rata, bagian bawah papila ini nampak bergelombang. Proyeksi seperti kerucut yang menjorok ke arah epidermis yang disebut papila dermal. Proyeksi tersebut diproyeksikan pada cap jari yang merupakan pola unik yang tidak berubah selama hidup. Jaringan kapileryang banyak pada lapisan papilar menyediakan nutrien untuk lapisan epidermaldan memungkinkan panas merambat ke permukaan kulit. Reseptor sentuhan juga terdapat dalam lapisan dermal.
2)      Lapisan reticular merupakan lapisan kulit paling dalam, mengandung banyak arteri dan vena,kelenjar keringat dan sebaseus, serta reseptor tekanan. Baik lapisan papilar maupun lapisan retikuler banyak mengandung serabut kolagen dan serabutelastin. Adanya serabut elastis tersebut menyebabkan kuilt orang muda lebihelastis, sedangkan kulit orang tua menjadi keriput karena serabut elastis danlapisan lemak subkutan menjadi sangat berkurang. Pada seluruh dermis juga mengandung fibroblas, sel-sel adiposa, berbagai jenis makrofag yang sangat penting bagi pertahanan tubuh dan berbagai jenis selyang lain.
Dermis juga memiliki banyak pembuluh darah, yang memungkinkan berperan melakukan regulasi suhu tubuh. Bila suhu tubuh meningkat, arterioldilatasi, dan kapiler-kapiler dermis menjadi terisi dengan darah yang panas.Dengan demikan memungkinkan panas dipancarkan dari permukaan kulit keudara. Bila suhu lingkungan dingin, maka panas tubuh harus disimpan, untuk itukapiler dermal berkontriksi sehingga darah tidak banyak menuju permukaan kulit,dengan demikian sedikit panas tubuh dipancarkan keluar tubuh.Dermis juga kaya akan pembuluh limfa dan serabut-serabut saraf. Banyak ujung saraf berakhir pada dermis berubah menjadi reseptor khusus, sehinggamampu mendeteksi perubahan perubahan yang terjadi di lingkungan yangkemudian disampakan ke otak.


2.      Derivat Kulit
Rambut, kuku, dan kelenjar kulit merupakan derivat dari epidermis meskipun berada dalam dermis, mereka berasal dari stratum germinativum yang tumbuh ke arah bawah ke bagian yang lebih dalam dari kulit.

a.       Kelenjar kulit
Kelenjar kulit dibedakan menjadi dua macam yaitu kelenjar sebasea (kelenjar minyak) dan kelenjar keringat.

1)      Kelenjar minyak Terdapat hampir di semua permukaan kulit kecuali di daerah-daerah yang tidak berambut seperti telapak tangan dan telapak kaki. Saluran kelenjar minyak biasanya bermuara pada bagian atas folikel rambut, tetapi pada beberapa terbuka langsung ke permukaan kulit, seperti pada glans penis, glans klitoris, dan bibir.Sekresi kelenjar minyak disebut sebum, merupakan campuran dari zat-zat berminyak dan pecahan-pecahan sel. Sebum berfungsi sebagai pelumas yangmemelihara kulit tetap halus, serta rambut tetap kuat. Kelenjar minyak menjadi sangat aktif selama pubertas sehingga kulit cenderung berminyak selama periodeini. Sering sebum mengumpul pada suatu tempat, mengering, dan kadangmengandung bakteri, membentuk gangguan kulit yang disebut“blackheads”. Kadang-kadang kelenjar minyak mengalami infeksi aktif membentuk “ jerawat”.

2)      Kelenjar keringatMerupakan kelenjar eksokrin yang ekskresinya dikeluarkan melalui pori-pori yang tersebar luas di seluruh permukaan kulit. Kelenjar keringat dibedakanmenjadi dua macam berdasarkan sekresinya, yaitu: kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin, kelenjar ekrin tersebar di seluruh permukaan tubuh memproduksikeringat jernih yang terutama mengandung air, NaCl, dan urea, sedangkan kelenjar apokrin dijumpai pada ketiak dan daerah genital. Di sampingmensekresikan air, NaCl, dan urea, kelenjar ini juga mensekresikan zat dari bahandasar protein bersusu yang merupakan medium ideal untuk mikroorganisme yangberada dalam kulit.Kelenjar keringat berada di bawah pengendalian sistem saraf, merupakan bagianpenting dari alat regulasi suhu tubuh. Bila suhu lingkungan cukup panas, makakelenjar keringat akan mensekresikan keringat ke permukaan tubuh untuk kemudian diuapkan airnya. Penguapan ini menggunakan panas tubuh, sehinggapenguapan keringat berlaku sebagai sistem keadaan darurat untuk membebaskanpanas apabila sistem pendingin kapiler tidak bekerja dengan baik untuk memelihara homeostatis.Kedua jenis kelenjar ini tersusun atas sel mioepitel (dari bahasa Latin:myo=otot), sel epitel khusus yang terletak antara sel kelenjar dan lamina basalis dibawahnya. Kontraksi sel mioepitel memeras kelenjar dan melepaskan sekret yangsudah menumpuk. Aktivitas sekretorik sel kelenjar dan kontraksi sel mioepiteldikendalikan oleh sistem saraf otonom dan hormon yang beredar dalam tubuh.

b.      Rambut
Rambut dijumpai di seluruh permukaan tubuh kecuali pada permukaan tangan,permukaan kaki, dan bibir. Rambut dibungkus oleh folikel rambut, yaitu suatu invaginasi epidermis yang terjadi selama periode pertumbuhan dengan suatu pelebaran ujung yang dinamakan bulbus rambut. Bagian rambut yang berada didalam folikel rambut disebut akar rambut. Rambut dibentuk oleh mitosis sel-selepithelial germinal yang mengalami deferensiasi menjadi sel-sel yang membentuk medula rambut, korteks rambut, dan kutikula rambut. Sel-sel yang lebih tua didesak menjauh dari daerah pertumbuhan ini, mereka mati dan mengalami keratinisasi,membentuk bagian membesar dari pangkal rambut.
Suatu rambut terdiri dari tiga lapis, bagian pusat disebut medula, yang dikelilingi pertama-tama oleh korteks pelindung dan kemudian oleh kutikula. Lukapada kutikula menyebabkan ujung rambut terbelah. Folikel rambut dipisahkan daridermis oleh membran hialin non seluler yang disebut membran glasi, yang merupakan penebalan dari membran basalis. Warna rambut ditentukan oleh jumlahpigmen dalam korteks rambut. Bila struktur rambut diamati dengan cermat, akan nampak umumnya tertanammiring pada kulit. Di bagian dalam dermis terdapat pita kecil dari otot polos yangdisebut pili arektor, menghubungkan salah satu sisi folikel rambut ke lapisan papiladermis. Bila otot ini berkontraksi pada saat dingin atau takut, maka batang rambutakan ditarik ke atas ke posisi yang lebih vertikal. Fenomena ini pada manusia sering disebut “tegak bulu roma”. Aktivitas otot pili arektor juga memberikan tekanankepada kelenjar minyak di sekitar folikel, menyebabkan sejumlah kecil sebumdibebaskan.Data tentang rambut:
1.Kecepatan pertumbuhan sehelai rambut: rata-rata 0,3 mm/ hari.
2.Kedalaman rambut di bawah kulit kepala: 4mm.
3.Diameter sehelai rambut: 45 mikron.
4.Dalam keadaan normal, sehelai rambut yang kering dapat diperpanjang 30%,sedang  rambut basah dapat diperpanjang 50%.
5.Jumlah rambut yang gugur setiap hari yakni 50- 100 helai.
6.Daya tahan rata-rat sehelai rambut: 100 gram.
7.Di atas 1 cm² kulit kepala kira-kira terdapat 200 helai rambut.

c.   Kuku
Kuku merupakan derivat epidermis yang berupa lempeng-lempeng zat tanduk terdapat pada permukaan dorsal ujung jari tangan dan jari kaki. Kuku terdiri daribagian akar dan bagian badan. Dilihat dari atas, pada bagian proksimal badan kukuterdapat bagian putih berbentuk bulan sabit yang disebut lunula. Warna putih lunuladisebabkan epitel yang lebih tebal dari epitel kasar kuku dan kurang melekatnyaepitel dibawahnya sehingga transmisi warna pembuluh darah kurang dipancarkan.Seperti halnya rambut, kuku tersusun atas zat-zat mati, yaitu lapisan kompak dari epitel yang mengalami pertandukan.
Kuku tumbuh ke arah distal, meluncur diatas kulit dasar kuku yang dikenal sebagai hiponikium, yang melanjutkan diri keepidermis yang meliputi permukaan ventral jari-jari. Perluasan epidermis berzattanduk pada ujung proksimal lipatan kuku adalah eponikium atau kutikula.Kuku hampir tidak berwarna tetapi nampak kemerahan karena warna darahyang berada di dalam kapiler di bawah kuku. Bila seseorang mengalami sianotik karena kekurangan oksigen dalam darah menyebabkan kuku berwarna biru.Bagian-bagian kuku adalah:
1.Matriks kuku: merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru.
2.Dinding kuku (nail wall): merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagianpinggir dan atas.
3.Dasar kuku (nail bed):merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku.
4.Alur kuku(nail groove) : merupakan celah antara dinding dan dasar kuku.
5.Akar kuku (nail root):merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dindingkuku.
6.Lempeng kuku (nail plate) : merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingidinding kuku.
7.Lunula : merupakan bagian lempeng kuku berwarna putih dekat akar kukuberbentuk bulan sabit, sering tertutup oleh kulit.
8.Eponikium : merupakan dinding kuku bagian proksimal, kulit arinya menutupibagian permukaan lempeng kuku.
9.Hiponikium : merupakan dasar kuku, kulit ari di bawah kuku yang bebas (freeedge) menebal.



Peradangan pada Kulit

A. Definisi

Radang kulit merupakan reaksi alergi berupa ruam dan juga gatal pada kulit. Namun jangan takut karena penyakit ini tidak menular, tetapi biasanya diturunkan melalui keluarga. Sifat dari penyakit ini berulang sehingga lebih sulit untuk disembuhkan secara total. Jika radang kulit ini terjadi pada anak-anak, biasanya setelah dewasa akan sembuh dengan total.
Ada baiknya mengetahui penyebab radang kulit. Hal ini dimaksudkan ketika penyakit ini datang bisa lebih mudah mencari obat untuk menyembuhkan radang kulit. Penyebab radang kulit diantaranya karena penggunaan kosmetik yang tidak sesuai, alergi terkena bahan-bahan perhiasan imitasi, alergi terkena kain yang bersifat kasar, alergi dengan detergen ataupun cairan untuk mencuci lainnya, penggunaan jam tangan, alergi terhadap penggunaan ponsel bahkan alergi terhadap makanan tertentu.
Gejala yang ditimbulkan jika radang kulit ini hadir di kulit adalah akan timbul rasa yang sangat gatal yang dilanjutkan dengan timbulnya lepuhan di kulit yang berwarna merah. Lepuhah ini dapat pecah dan akan mengeluarkan cairan. Bila cairan ini dibiarkan akan mengering dan akan menimbulkan kerak pada kulit.
Jika gejala radang pada kulit sudah hadir maka hindari kontak dengan alergen (bahan yang menyebabkan alergi). Biasanya akan timbul kebingungan untuk mengingat bahan yang menyebabkan alergi. Namun yang bisa Kita perhatikan dimana letak radang kulit yang timbul. Jika terjadi muka, kemungkinan disebabkan pemakaian kosmetik yang tidak sesuai. Namun jika terjadi pada pergelangan tangan tempat dimana biasanya menggunakan jam tangan, kemungkinann karena tekananan pemakaian jam tangan tersebut.
Gejala radang yang ditemukan di daerah tempat pemakaian kosmetik bisa jadi disebabkan karena pemakaian perhiasan tersebut. Namun jika terjadi pada tangan dan jari-jari bisa jadi disebabkan karena penggunana deterjen ataupun penggunaan cairan untuk mencuci lainnya. Selain itu jika rasa gatal ini timbul, hindari untuk menggaruknya. Sebaiknya gunakan krim pelembab. Hal ini mencegah kulit mengering yang rentan menimbulkan rasa gatal. Obat anti alergi juga bisa menyembuhkan radang kulit. Jika sudah sangat mengganggu dan untuk menghindarkan terjadinya infeksi alangkah baiknya untuk memeriksakan kepada dokter agar diberikan penanganan untuk menyembuhkan radang kulit dengan lebih baik.


B. Penyakit Peradangan Pada Kulit

1. Dermatitis – Peradangan Pada Kulit
Penyakit dermatitis Dermatitis adalah suatu kondisi umum yang biasanya tidak mengancam jiwa atau menular. Tapi kondisi ini dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman dan percaya diri. Langkah perawatan diri dan obat-obatan dapat membantu mengobati penyakit dermatitis.
Pengertian dermatitis adalah istilah umum yang menggambarkan suatu peradangan pada kulit. Ada berbagai jenis dermatitis, termasuk dermatitis seboroik dan dermatitis atopik (eksim). Meskipun gangguan tersebut dapat memiliki banyak penyebab dan terjadi dalam berbagai bentuk, gambaran klinis yang ditimbulkan antara lain bengkak, memerah dan kulit gatal.
Dermatitis adalah istilah yang luas yang mencakup berbagai gangguan yang semua mengakibatkan ruam, merah gatal. Beberapa jenis dermatitis hanya mempengaruhi bagian tertentu dari tubuh, sedangkan yang lain dapat terjadi di mana saja. Beberapa jenis dermatitis memiliki penyebab yang diketahui, sedangkan yang lainnya tidak. Namun, penyakit dermatitis selalu berhubungan dengan kulit yang bereaksi terhadap kekeringan berat, menggaruk, zat iritasi, atau alergen. Biasanya, substansi yang datang dalam kontak langsung dengan kulit, tetapi kadang-kadang substansi juga datang karena ditelan (seperti alergi makanan). Dalam semua kasus, menggaruk terus menerus atau menggosok akhirnya dapat menyebabkan penebalan dan pengerasan kulit.
Bagaimana Dermatitis Terjadi?
Dermatitis mungkin merupakan reaksi singkat untuk substansi. Dalam kasus seperti itu dapat menghasilkan gejala-gejala, seperti gatal dan kemerahan, hanya beberapa jam atau hanya satu atau dua hari. Dermatitis kronis bertahan selama jangka waktu tertentu. Tangan dan kaki sangat rentan terhadap dermatitis kronis, karena tangan sering kontak dengan zat-zat asing dan kaki berada di bagian bawah yang kondisinya hangat lembab sehingga penggunaan kaus kaki dan sepatu dapat mendukung pertumbuhan jamur.
Dermatitis kronis dapat mewakili salah satu kontak, jamur, atau penyakit kulit lainnya yang tidak cukup di diagnosis atau diobati, atau mungkin salah satu dari beberapa kelainan kulit kronis yang tidak diketahui asalnya. Karena dermatitis kronis menghasilkan retak dan lecet di kulit, semua jenis dermatitis kronis dapat menyebabkan infeksi bakteri. Terdapat berbagai jenis penyakit dermatitis, namun dermatitis kontak dan dermatitis atopik merupakan jenis yang paling sering ditemukan.


Infeksi pada Kulit

A. Defenisi

Penyakit infeksi kulit adalah penyakit yang paling umum, terjadi pada orang-orang dari segala usia. Sebagian  besar  pengobatan  infeksi kulit membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan efek. Masalahnya menjadi lebih mencemaskan jika penyakit tidak merespon terhadap pengobatan. Tidak banyak statistik yang membuktikan bahwa frekuensi yang tepat dari penyakit kulit,namun kesan umumsekitar 10-20 persen pasien mencari nasehat medis jika menderita penyakit padakulit. Matahari adalah salah satu sumber yang paling menonjol darikanker kulit dantrauma terkait. Penyakit kulit untuk sebagian orang terutama wanita akan menghasilkan kesengsaraan, penderitaan, ketidakmampuan sampai kerugian ekonomi. Selain itu,mereka menganggap cacat besar dalam masyarakat. Namun akibat kemajuanteknologi dan perkembangan ilmu kedokteran bekas luka kulit dapat berhasil dilepasdengan perencanaan plastik, terapi laser, pencangkokan kulit dan lain sebagainya.Gejala-gejala penyakit pada kulitdapat menjadi parah jika tidak diobati, kadang-kadang bahkan menyakitkan. Beberapa penyakit radang kulit dapat menyebabkan jaringan parut dan pengrusakan. Gejala-gejala penyakit kulit pun perlu dirawat untuk mengontrol tingkat keparahan dan perkembangannya.


B. Macam-Macam Penyakit Infeksi Pada Kulit


1.  Eksim(ekzema)Ditandai dengan kulit kemerah-merahan, bersisik, pecah-pecah, terasa gatalterutama pada malam hari, timbul gelembung kecil yang berisi air atau nanah, bengkak, melepuh, berwarna merah, sangat gatal dan terasa panas.

          Penyebabnyakarena alergi terhadap rangsangan zatkimia tertentu, maupun kepekaan terhadapmakanan tertentu seperti udang, ikan laut, alkohol, vetsin, dllPencegahan : Menghindari hal-hal atau bahan-bahan yang dapat menimbulkan alergi.

2. Kudis (Skabies)Gejala : timbul gatal hebat di malam hari, terutama di sela-sela jari tangan, di bawah ketiak, pinggang, alat kelamin, sekeliling siku, aerole (sekeliling puting payudara), dan permukaan depan pergelangan.Kudis mudah menular ke orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung(handuk, pakaian, dll).Pencegahan : kudis lebih sering terjadi di daerah yang higienisnya buruk, jadimemelihara kebersihan tubuh adalah wajib bila ingin terhindar dari penyakit kulit ini.

3. Kurap Penyebab : jamur Gejala : kulit menjadi tebal dan timbul lingkaran-lingkaran, bersisik, lembab, berair,dan terasa gatal. kemudian timbul bercak keputihan.Pencegahan : jaga kebersihan kulit terutama di area tengkuk, leher, dan kulit kepala.

4. Bisul (Furunkel)Bisul disebabkan karena adanya infeksi bakteri Stafilokokus aureus pada kulitmelalui folikel rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat yang kemudianmenimbulkan infeksi lokal. Faktor yang meningkatkan risiko terkena bisul antara lainkebersihan yang buruk, luka yang terinfeksi, pelemahan diabetes, kosmetika yangmenyumbat pori dan pemakaian bahan kimia.

5. Campak (Rubella)Gejala dari penyakit ini adalah demam, bersin, pilek, sakit kepala, badanterasa lesu, tidak nafsu makan, dan radang mata. Setelah beberapa hari dari gejalatersebut timbul ruam merah yang gatal, bertambah besar, tersebar ke beberapa bagiantubuh.

6. Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang di sebabkan oleh mycobacteriumlepra yang interseluler obligat, yang pertama menyerang saraf tepi, selanjutnya dapatmenyerang kulit, mukosa mulut, saluran nafas bagian atas, sistem endotelial, mata,otot, tulang, dan testis
Tanda pasti kusta adalah:
a. Kulit dengan bercak putih atau kemerahan dengan mati rasa
b. Penebalan dalm saraf tepi di sertai kelainan berupa mati rasa dankelemahan pada otot tangan, kaki, dan mata
c. Pada pemeriksaan kulit BTA +

7. Lepra . Gejala: biasanya gejala awalnya kulit terlihat mengkerut bahkan jika penyakittersebut sudah akut kumannya perlahan-lahan akan memakan kulit dan daging anda, jika anda merasa telah terkena penyakit kulit jenis ini segeralah berobat ke dokter karena jika di biarkan penyakit kulit ini dapat menjadi momok yang menakutkan.

8. Cacar air (Frambusia)Penyebab penyakit kulit ini disebabkan oleh sejenis virus bakteriTrypanosoma. Penyakit ini sangat menular terutama melalui udara, pakaian, tempattidur dan keropeng penderita. Keterangan : Dari jauh kulit yang terkena Frambusiamirip dengan buah frambus yang berbintil-bintil ranum. Gejala : Bintil,Frambus,Cacar Air.

9. Panu atau panau adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur,penyakit panu ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai rasagatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merahtergantung warna kulit si penderita.Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa ditemukan pada penderita berumur tua.Cara pencegahan penyakit kulit Panau dapat dilakukan dengan menjaga kebersihankulit, dan dapat diobati dengan obat anti jamur yang dijual di pasaran, dan dapat jugadiobati dengan obat-obatan tradisional seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan dioles pada kulit yang terserang Panau.

10.Infeksi Jamur Kulit dapat tumbuh di permukaan kulit kita, dan menyebabkan kerusakantekstur kulit sehingga terlihat buruk.Belum lagi, rasa gatal yang sering menyerang menyertai infeksi jamur tersebut. Jikatidak segera di atasi, jamur kulit dengan cepat menyebar ke jaringan kulit yang lebihluas.

Alergi pada Kulit

Jenis-jenis Alergi kulit :

A.    Alergi kulit jenis Dermatitis Atopik (Eksim)
Dermatitis atopik sering terjadi pada anak-anak, walaupun pada dewasa muda juga biasa terjadi dan bisa terus ke dalam kehidupan dewasa. Ruam dermatitis atopik terjadi di mana seseorang terkena goresan. Pada bayi, ruam terjadi di pipi dada, dan kulit kepala. Anak yang lebih besar dan dewasa biasanya memiliki ruam di kulit lipatan siku dan di belakang lutut, meskipun mungkin juga terjadi pada wajah, leher, tangan, kaki dan punggung. Ruam ini merah, sering serpih atau merembes, dan lepuh kecil atau benjolan. Sering terjadi excoriations atau daerah alergi kulit yang rusak dari agresifitas garukan.

B.     Alergi kulit jenis Urtikaria (Hives) dan Angioedema (Pembengkakan)
Urtikaria adalah sebuah ruam gatal yang dapat terjadi pada semua usia. Ruam ini muncul sebagai akibat pengangkatan benjolan merah dari berbagai bentuk dan ukuran, dan biasanya berlangsung selama beberapa menit hingga berjam-jam. Pembengkakan kadang-kadang sejalan dengan urtikaria yang biasa disebut angioedema (biasanya pembengkakan pada bibir, mata, dan tangan dan kaki). Angioedema biasanya tidak gatal atau merah, ia cenderung untuk membakar, menyengat atau menyebabkan sensasi kesemutan. Parah pembengkakan ini kemampuan untuk bernapas bisa berbahaya dan bahkan mengancam jiwa.

C.     Alergi kulit jenis Kontak Dermatitis
Kontak dermatitis ini disebabkan dari kontak kulit yang dapat menjadi alergi kulit dengan zat yang menyebabkan reaksi seperti ruam. Orang bereaksi terhadap berbagai bahan kimia, termasuk kosmetik, pewarna rambut, logam, obat topical, dan sebagainya. Contoh dari dermatitis kontak adalah ruam dari poison ivy, yang sangat gatal dan muncul sebagai lepuh cairan dan kerak setelah kontak dengan tanaman. Ruam dermatitis kontak ini dapat terlihat seperti dermatitis atopik, tapi bintik merah itu biasanya terletak hanya di daerah kontak dengan bahan kimia. Lokasi umum meliputi wajah, terutama kelopak mata, leher, tangan dan kaki.
Dermatitis Kontak untuk logam, seperti di perhiasan resleting pada pakaian, biasanya terjadi pada pergelangan tangan leher, tangan, telinga dan di pinggang.













DAFTAR PUSTAKA


http://yonkkez.blogspot.co.id
http://yonkkez.blogspot.co.id/2012/06/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
http://Google.com/
Share:

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Labels